Metode Penelitian

Pengertian Metode Penelitian Menurut Para Ahli

Pengertian metode menurut para ahli

  1. Rothwell dan Kazanas: Metode adalah cara, pendekatan, atau proses untuk menyampaikan informasi.
  2. Rosdy Ruslan: Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya.
  3. Agus M. Hardjana: Metode adalah cara yang sudah dipikirkan masak-masak dan dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai.
  4. Hebert Bisno : Metode adalah teknik-teknik yg digeneralisasikan dgn baik agar dapat diterima atau digunakan secara sama dalam satu disiplin, praktek, atau bidang disiplin dan praktek.

Pengertian penelitian menurut para ahli

  1. Sutrisno Hadi: Research (Penelitian) sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
  2. Arief Furchan: hakekat penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah dengan tujuan untuk menemukan jawaban tentang persoalan yang berarti, melalui penerapan prosedur-prosedur ilmiah.
  3. Fellin, Tripodi dan Meyer: Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.
  4. David H. Penny: Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

Pengertian metode penelitian menurut para ahli

  1. Nasir : Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.
  2. Winarno : Metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yg teliti dan sistematik.
  3. Muhiddin Sirat : Metode penelitian adalah suatu cara memilih masalah dan penentuan judul penelitian.
  4. Sugiyono : Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Menurut Nazir, seorang peneliti sebelum melaksanakan penelitian, sebaiknya menjawab terlebih dahulu tiga buah pertanyaan, yaitu :

  1. Urutan kerja apakan yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian ?
  2. Alat-alat apakah yang akan digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data ?
  3. Bagaimana melakukan penelitian tersebut ?

Contoh metode penelitian :

Apabila dalam sebuah penelitian, yang dibicarakan adalah pelaksanaan percobaan di lapangan, di mana dalam penentuan plot, pertama-tama dilakukan pembagian daerah menjadi beberapa blok, kemudian setiap blok dibagi lagi dan seterusnya, maka yang dibicarakan adalah prosedur penelitian. Jika, yang dibicarakan adalah penggunaan interview atau wawancara sebagai alat pengumpulan data, maka yang dibicarakan adalah teknik penelitian. Jika yang dibicarakan adalah bagaimana penelitian dilakukan, yaitu dengan prosedur dan alat bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah metode penelitian. Jadi, dalam metode penelitian ini tercakup prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Jenis Jenis Metode Penelitian

Jenis jenis metode penelitian terkait dengan jenis penelitiannya sendiri sebagai berikut.

  1. Metode Historis

Metode historis merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan hipotesis tertentu. Dengan metode historis, seorang ilmuwan sosial peneliti historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka mengenai peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam bentuk paradigma penjelasan.

Dengan demikian, penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.

  1. Metode Deskriptif

Metode deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.

Dengan demikian metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Metode deskriptif bukan saja menjabarkan (analitis), akan tetapi juga memadukan. Bukan saja melakukan klasifikasi, tetapi juga organisasi. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah.

  1. Metode Korelasional

Metode korelasional merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode korelasional merupakan kelanjutan metode deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara sistematis, faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode korelasional, hubungan antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.

Tujuan metode korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau koefisien determinasi.

  1. Metode Eksperimental

Metode eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.

Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode eksperimental, sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang meragukan.

  1. Metode Kuasi Eksperimental

Metode kuasi eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya. Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu sebagai berikut :

  1. peneliti tidak mampu meletakkan subjek secara random pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek yang diterpa variabel bebas dan kelompok lain yang tidak mengalami variabel bebas.
  2. Peneliti tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya.

Sekian pembahasan mengenai pengertian metode penelitian dan jenis jenis metode penelitian, semoga tulisan saya mengenai pengertian metode penelitan dan jenis jenis metode penelitian dapat bermanfaat.

Daftar Pustaka :

  1. Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara
  2. Sukandarrumidi,2006. Metodologi Penelitian petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
  3. Sandjaja, B. dan Albertus Heriyanto. 2011. Panduan Penelitian. Jakarta: Prestasi Pustakaraya
  4. http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-metode-penelitian-menurut.html

Filsafat Ilmu Pengetahuan

Pengertian filsafat ilmu pengetahuan menurut Hartono Kasmadi (1990) dapat dirangkum dalam tiga (3) medan telaah, yaitu:

  1. Filsafat ilmu pengetahuanadalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan, dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan.

Misal: untuk mengkaji ilmu empiris, ilmu rasional, bidang etika, estetika, dll.

  1. Filsafat ilmu pengetahuanadalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep, praduga, dan postulat mengenai ilmu , serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar empiris, rasional, dan pragmatis.

Misal: analisis terhadap anggapan dasar tentang kuantitas, kualitas, waktu, ruang, dan hukum, serta dapat pula sebagai studi keyakinan tertentu, maupun keyakinan dunia “sana”.

  1. Filsafat ilmu pengetahuanadalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu.

Persamaan dan Perbedaan antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan

Adapun Persamaan antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan adalah:

  1. Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya.
  2. Kedua-duanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang dialami, serta menunjukkan sebab-sebabnya.
  3. Keduanya hendak memberikan sintesis, yakni suatu pandangan yang begandengan.
  4. Keduanya mempunyai metode dan system.
  5. Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya yang timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.

Sedangkan Perbedaannya antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan adalah:

  1. Objek material (lapangan) penyelidikan filsafat bersifat umum (universal), yakni segala sesuatu yang ada, sedangkan objek material ilmu pengetahuan adalah bersifat khusus dan empiris.
  2. Objek formal filsafat bersifat non fragmentaris, sebab mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada secara luar, mendalam, dan mendasar (sampai pada hakekat). Sedang ilmu pengetahuan objek formalnya bersifat pragmentaris, spesifik, dan intensif, juga bersifat teknis, artinya bahwa idea idea manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita.
  3. Filsafat dilaksanakan dalam suasana menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan pengawasan. Sedangkan ilmu harus diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Oleh sebab itu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya.
  4. Filsafat dengan pertanyaan yang lebih jauh dan mendalam berdasar pengalaman realitas sehari-hari. Sedangkan ilmu pengetahuan bersifat diskursif, yakni menguraikan secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu.
  5. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir, yang mutlak, dan mendalam sampai dasar yakni yang disebut hakekat. Sedangkan ilmu pengetahuan menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam atau yang disebut yang sekundar (secondary cause).

Tujuan Filsafat Ilmu Pengetahuan

Filsafat ilmu pengetahuan tujuannya, yakni:

  1. mendalami unsure-unsur pokok ilmu pengetahuan, sehingga secara menyeluruh dapat dipahami sumber-sumber, hakikat, dan tujuan ilmu pengetahuan.
  2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu di berbagai bidang, sehingga didapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis.
  3. Menjadi pedoman bagi para pendidik dan anak didik dalam mendalami studi di perguruan tinggi, khususnya untuk membedakan persoalan ilmiah dan non ilmiah.
  4. Mendorng para calon ilmuwan untuk konsentrasi dalam mendalami ilmu pengetahuan dan mengembangkannya.
  5. Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu pengetahuan dan agama tidak ada pertentangan (Amsal Bakhtiar, 2004: 20).

Kedudukan filsafat ilmu pengetahuan dalam filsafat.

Tempat kedudukan filsafat ilmu pengetahuan ditentukan oleh dua lapangan penyelidikan Filsafat Ilmu pengetahuan, yakni:

  1. sifat pengetahuan ilmiah. Di sini filsafat ilmu berkaitan  dengan epistemologi, artinya: berfungsi menyelidiki syarat-syarat pengetahuan manusia dan bentuk-bentuknya.
  2. berkaitan dengan cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah, artinya: berkaitan dengan logika dan metodologi

Objek filsafat ilmu pengetahuan

Filsafat ilmu pengetahuan mempunyai objek yaitu:

  1. Objek material, yaitu objek yang dijadikan sasaran penyelidikan, oleh sebab ini objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri.
  2. Objek formal, yaitu sudut pandang terhadap objek materialnya, sehingga objek formalnya berupa hakekat ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.

Ruang lingkup Filsafat Ilmu pengetahuan

Jadi, cakupan objek filsafat lebih luas dibanding dengan ilmu, sebab ilmu hanya mencakup yang empiris saja, sedang filsafat tidak hanya yang empiris saja. Secara historis ilmu adalah berasal dari kajian filsafat, sebab awalnya filsafat yang melakukan pembahasan tentang yang ada secara sistematis, rasional, logis dan empiris. Setelah berjalan, terkait dengan yang empiris, maka semakin bercabang dan berkembang, sehingga timbullah spesifakasi dan menampakkan kegunaan yang praktis. Inilah proses terbentuknya ilmu secara berkesinambungan. Hal ini seperti diibaratkan oleh Will Durant, bahwa filsafat bagaikan Marinir yang merebut pantai untuk pendaratan pasukan Infantri. Pasukan Infantri adalah sebagai pengetahuan yang di antaranya adalah ilmu, Sedangkan filsafat yang menyediakan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan (Sumber buku Filsafat Ilmu oleh: Amsal Bakhtiar, 2008, 2). Setelah itu, ilmu berkembang sesuai dengan spesialisasi masing masing, sehingga ilmulah secara praktis bagaikan membelah gunung, dan merambah hutan. Sedangkan filsafat kembali ke laut lepas untuk berspekulasi dan melakukan eksplorasi lebih jauh. Oleh sebab itu, filsafat sering disebut sebagai induk/ ibu ilmu penetahuan. Hal ini bisa dimengerti, sebab dari filsafatlah, maka ilmu ilmu modern dan kontemporer berkembang, sehingga manusia dapat menikmati ilmu dan sekaligus buahnya, yaitu: teknologi.

Titik Pandang Filsafat Ilmu pengetahuan

Dasar memahami filsafat ilmu adalah  bila mengatahui empat titik pandang (view points)dalam filsafat ilmu.

Empat titik pandang filsafat ilmu, yaitu:

  • Perumusan world-viewsyang konsisten, misal: pada beberapa pengertian didasarkan atas teori teori ilmiah.Jadi filsuf ilmu bertugas mengelaborasikan implikasi yang lebih luas dari illmu.
  • Eksposisi dari presuppositionsdan predispositions para ilmuwan. Misal: filsuf ilmu mengemukakan bahwa para ilmuwan menduga alam tidak berubah-ubah, dan terdapat keteraturan di alam, sehingga gejala-gejala alam mudah didapat oleh peneliti. Oleh sebab itu peneliti tidak menutup keinginan keinginan deterministik.
  • Konsep-konsep dan teori-teori tentang ilmu dianalisis dan diklasifikasikan.Artinya memberikan kejelasan tentang makna dari berbagai konsep, seperti gelombang, potensial, dll.Oleh sebab itu ada dua kemungkinan, yaitu: Pertama, apakah para ilmuwan mengerti suatu konsep yang digunakannya, sehingga dalam hal ini tidak memerlukan klasifikasi.Kedua,para ilmuwan tidak tahu makna konsep tersebut, sehingga mereka harus inquiry hubungan konsep itu dengan konsep-konsep lain. Jadi, bila seorang ilmiawan melakukan inquiry, berarti ia sedang mempraktekkan filsafat ilmu.
  • Filsafat ilmu merupakansecond-order criteriology.

Filsafat Ilmu mempunyai beberapa criteria yang harus dipahami bagi  para ahlinya. artinya: bahwa filsuf ilmu menuntut jawaban jawaban atas pertanyaan:

  1. Karakteristik apa yang membedakan penyelidikan ilmiah dengan tipe penyelidikan lain.
  2. Prosedur yang bagaimana yang harus diikuti oleh para ilmuwan dalam menyelidiki alam.
  3. Kondisi yang bagaimana yang harus dicapai dalam penyelidikan ilmiah agar jadi benar.
  4. Status yang bagaimana dari prinsip-prinsip dan hukum ilmiah.

Jadi pertanyaan itu ada perbedaan yang dapat dirumuskan antara doing science dan thingkingtentang ilmu.

Jawaban dari tiga dimensi persoalan filsafat ilmu pengetahuan

a.Dimensi Ontologis

Dimensi ontologis, yang dihadapi adalah persoalan: keterangan dari hakekat ada. Kata ontologi berasal dari kata Yunani: On= being, dan logos=logic. Jadi, ontologi= The theory of being qua being. Louis O Kattsoff dalam Elements of Philosophy mengatakan: ontologi itu mencari ultimate reality, contohnya adalah pemikiran Thales, yaitu: air = ultimate substance.

Jadi menurutnya bahwa semua benda berasal hanya satu, yaitu air. Ontologi dalam segi praktisnya adalah sebagai teori mengenai apa yang ada.

Ontologi dari segi teoritis: menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara yang ada  dapat dikatakan ada.Pendek kata dapat disebut sebagai teori mengenai prinsip prinsip umum dari hal yang ada. Ontologi disebut juga dari kata: ontos artinya sesuatu yang berwujud. Oleh sebab itu ontologi adalah teori/ ilmu tentang wujud, tentang hakkat yang ada. Ontologi tidak banyak berdasar pada alam nyata, tetapi berdasar pada logika semata mata. Dari beberapa pengertian tentang ontologi di atas, akhirnya dapat disimulkan sbb:

  1. Menurut bahasanya, ontologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu: On/ Ontos= ada, dan Logos= ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada.
  2. Menurut istilahnya, ontologi ialah ilmu yang membahas tentang hakekat yang ada, yang merupakan ultimate realitybaik yang berbentuk jasmani/ konkrit maupun rohani/ abstrak.

Term ontologi kali pertama diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada th. 1636 M. Yaitu untuk memberi nama teori tentang hakikat yang ada yang bersifat metafisis. Kemudian perkembangannya Christian Wolf (th. 1679-1754) membagi metafisika menjadi dua, yaitu:

1). Metafisika umum(Ontologi)

2). Metafisika khusus

b.Dimensi Epistemologi

Epistemologi ialah cabang filsafat yang membicarakan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasar, dan tanggung jawab atas pernyataan mengenai pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh oleh manusia melalui akal, indera, dan lain-lain mempunyai metode tersendiri dalam teori pengetahuan, antara lain pengetahuan yang diperoleh manusia melalui akal, indra, dan yang lain mempunyai metode-metode:

  • Metode induktif adalahkhusus ke umum
  • Metode deduktif adalah umum ke khusus
  • Metode positivisme adalah menolak metafisika yakni Apa yang diketahui, yang faktual, positif
  • Metode kontemplatif adalah kemampuan intuisi, yakni Diperoleh lewat kontemplasi
  • Metode dialektis adalah semula artinya tanya jawab, yakni Kemudian berarti mengkompromikan lawan.
  1. Dimensi aksiologis

Terkait dengan nilai, maka tentang nilai dapat subjektif tapi dapat juga objektif Kemudian bagaimana dengan nilai dalam ilmu pengetahuan ? Bagi seorang ilmuwan, kegiatan ilmiahnya dengan kebenaran ilmiah adalah hal yang sangat penting. Yang lebih penting adalah bahwa ilmu pengetahuan tidaklah berkembang pada arah yang tak terkendali, namun ia harus bergerak pada arah maknawi dan umat manusia berkuasa untuk mengendalikannya. Kekuasaan manusia atas ilmu pengetahuan harus mendapat tempat  yang utuh, eksistensi ilmu pengetahuan bukan “melulu” untuk mendesak kemanusiaan, namun kemanusiaanlah yang harus menggemgam ilmu pengetahuan untuk kepentingan dirinya dalam rangka pengembangan diri kepada sang Pencipta.

 

Daftar Pustaka :

Amsal Bakhtiar, 2004, Filsafat Ilmu, Jakarta, PT. Grafindo Persada

Harun Hadiwijono, 1988, Sari Sejarah Fil safat Yunani,Yogyakarta, Penerbit Kanisius

Suparlan Suhartono, 2007, Dasar-dasar Filsafat, Ruzz Media.Yogyakarta, ArFil.

Surajiyo, 2008, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta, PT. Bumi Perkasa

http://filsafat-unhi.blogspot.co.id/2015/02/filsafat-ilmu-pengetahuan.html

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

PENDAHULUAN
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan. Sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai martabat yang tinggi.
Hak asasi manusia ada dan melekat pada setiap manusia. Oleh karena itu, bersifat universal, artinya berlaku di mana saja dan untuk siapa saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun. Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaanya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia.
Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu, selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain.
Kesadaran akan hak asasi manusia, harga diri, harkat dan martabat kemanusiaannya, diawali sejak manusia ada di muka bumi. Hal itu disebabkan oleh hak-hak kemanusiaan yang sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak kodrati yang melekat pada diri manusia. Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai suatu usaha untuk menegakkan hak asasi manusia.Hak dan Kewajiban dalam UUD 1945 Pasal 30.
Hak tidak bisa dipisahkan dari kewajiban. Seseorang berhak untuk melakukan apapun kehendak dan cita-citanya, namun ia di batasi oleh kewajiban untuk tidak melanggar hak orang lain untuk memperoleh ketenangan dan rasa aman. Dengan ungkapan lain, kebebasan seseorang di batasi oleh kebebasan oerang lain untuk mendapatkan kebebasan yang sama. Keterbatasan inilah yang di cerminkan dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban warga negara. Seseorang bebas untuk beribadah menurut keyakinannya tetapi sebagai warga negara dia memiliki kewajiban untuk memelihara hak orang lain dalam mendapatakan ketenangan dan kenyamanan dari sikap dan pandangan keagamaannya.
Untuk menghindari konflik dari ekspresi kebebasan mengungkapkan hak, keberadaan lembaga penegak HAM mutlak di butuhkan. Lembaga ini bisa berupa lembaga-lembaga hukum, seperti kepolisian dan peradilan. Fungsi lembaga-lembaga hukum adalah untuk menjaga hak dan kewajiban warga negara berjalan sesuai aturan yang bersandarkan pada prinsip-prinsip HAM. Secara toritis keseimbangan antara hak dan kewajiban dapat dirujuk pada pandangan A.Gewirth maupun Joel Feinberg. Menurut mereka, hak adalah kalim yang absah atau keuntungan yang di dapat dari pelaksanaan sebuah kewajiban. Hak di peroleh bila kewajiban terkait telah di laksanakan.
Karenanya, hak tidak bersifat absolut, tetapi selalu timbal balik dengan kewajiban. Hak untuk hidup misalnya, akan di langgar bila seseorang tidak melaksanakan kewajibannya. Karena hak dan kewajiban merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, maka kita tidak akan memperoleh hak tanpa melaksanakan kewajiban atau di bebani suatu kewajiban oleh negara tanpa ada keuntungan untuk memperoleh hak sebagai warga negara.
Kewajiban
Banyak sekali pengertian tentang kewajiban namun menurut pandangan saya sendiri kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Antara hak dan kewajiban bagaikan dua sisi mata uang yang tidak mungkin bisa dipisahkan. Anehnya, orang lebih banyak menuntut hak dari pada melakukan kewajiban. Maka dikenallah istilah Hak Asasi Manusia (HAM), yang kerapkali diteriakkan, diperjuangkan, dan dibela mati-matian sehingga para pejuang dan pembela HAM tersebut sering disebut “aktivis HAM”. Sementara Kewajiban Asasi Manusia nyaris terabaikan. Padahal, antara keduanya mesti seimbang, ketika menuntut hak, maka kewajiban jangan ditinggalkan.Istilah Kewajiban Asasi Manusia memang langka terdengar. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, dalam kehidupan di dunia yang fana ini, manusia memiliki kewajiban yang asasi. Setidaknya, ada dua kewajiban asasi manusia, yaitu menyembah/beribadah kepada Allah serta menjalankan perintah Allah di muka bumi ini.
Adapun contoh dari kewajiban Warga Negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 adalah sebagai berikut :
1. Kewajiban menaati hukum
2. Kewajiban membela negara
3. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara
4. Kewajiban menghormati hak asasi manusia orang lain
5. Kewajiban tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang
6. Membayar pajak, bea, dan cukai yang dibebankan Negara kepadanya
7. Menyukseskan pemilu, baik sebagai peserta maupun sebagai penyelenggara
8. Mendahulukan kepentingan Negara atau umum daripada kepentingan pribadi Tentara Nasional Indonesia

Hak Asasi Manusia
Hak adalah Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.
Sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai martabat yang tinggi. Hak asasi manusia ada dan melekat pada setiap manusia. Oleh karena itu, bersifat universal, artinya berlaku di mana saja dan untuk siapa saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun. Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaanya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia.
Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu, selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain.
Ruang lingkup HAM meliputi:
a. Hak pribadi: hak-hak persamaan hidup, kebebasan, keamanan, dan lain-lain.
b. Hak milik pribadi dan kelompok sosial tempat seseorang berada;
c. Kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan; serta
d. Hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.
Hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum.
Contoh Kewajiban dan Hak Asasi Manusia
Setelah kita memahami pengertian kewajiban dan Hak Asasi Manusia maka kita dapat mengambil contohnya sebagai berikut :
1. Contoh Kewajiban
a. Kewajiban sebagai Makhluk Pribadi
• Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yaitu : beribadah, menjauhi larangannya dan menjalankan perintahnya
• Kewajiban kepada diri Sendiri
• Kewajiban terhahap sesama makhluk hidup terutama sesame manusia
b. Kewajiban sebagai Makhluk Sosial
• Wajib untuk hormat menghormati
• Tenggang rasa terhadap sesama manusia
• Menaati peraturan yang berlaku
• Wajib membayar pajak
• Bersikap adil terhadap sesama manusia
Analisis Pelaksanaan Kewajiban dan Hak Asasi Manusia (HAM)
saya menganalisis tentang HamPerlu diketahui ada tiga hak yang mendasar pada warga negara yaitu hak sipil, hak politik, dan hak sosial. Dimana, hak sipil berkaitan dengan aturan hukum dan kebebasan berbicara sedangkan hak politik berkaitan dengan proses politik legal formal terutama hak dipilih/memilih dan juga sosial yang berisikan hak untuk mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan yang layak sebagai sesama warganegara.
menjalankan semua hak harus memiliki kewajiban berupa tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain.
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan Hak tidak bisa dipisahkan dari kewajiban. Seseorang berhak untuk melakukan apapun kehendak dan cita-citanya, namun ia di batasi oleh kewajiban untuk tidak melanggar hak orang lain untuk memperoleh ketenangan dan rasa aman.
Hak Asasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib di hormati, di junjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan seta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Sumber
http://www.infid.org/newinfid/files/penggusurandki.pdfhttp:/netsains.com/2009/07/mengembalikan-hak-hak-warga-negara/
http://heyratna.wordpress.com/2010/03/07/hak-dan-kewajiban-warga-negara-indonesia-dengan-uud-45/
http://wiwitna.blogspot.com/2013/03/analisis-hak-dan-kewajiban-warga-negara.html

Cita-citaku….

Haii selamat datang lagi di blog saya yang penuh dengan tulisan saya ini .kali ini saya akan membahas tentang cita-cita.. Semua orang pasti punya cita-cita donk .. termasuk saya dan kalian yang pastinya mempunyai sebuah atau bahkan banyak mimpi yang ingin di wujudkan dalam kehidupan ini. Nah inilah beberapa mimpi saya yang akan saya share.. semoga dapat menjadi motivasi untuk kalian para readers..

Saya sebagai manusia biasa tentu saja mempunya impian. Kita bebas bermimpi apa saja asalkan mimpi tersebut tidak terlalu jauh dari kemampuan yang kita miliki supaya dapat lebih mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Jujur impian saya banyak sekali.. misalnya lulus kuliah dengan indeks prestasi yang memuaskan sekitar lebih dari 3,5 hahaha ( aamiin), maka dari itu saya harus rajin belajar, berusaha keras, dan mengerjakan tugas tepat waktu.

Selain jadi mahasiswa di universitas gunadarma saya adalah seorang pekerja, saya bekerja untuk membiayai kuliah dan kehidupan saya sendiri serta membantu perekonomian keluarga saya. Jadi mungkin kehidupan saya lebih sulit dari mahasiswa lain yang regular, saya harus membagi focus saya antara belajar dan bekerja, saya harus pintar memanajemen waktu saya supaya tidak terbuang sia-sia. tapi itu semua tidak membuat saya berputus asa, saya harus lebih gigih dari orang lain supaya saya dapat menggapai cita-cita saya di masa depan.

Cita-cita saya dalam 5 tahun yang akan datang adalah menjadi pagawai tetap pada sebuah perusahaan kontraktor atau konstruksi yang terkemuka, misalnya perusahaan yang termasuk BUMN ( wijaya karya dll). Sebagai seorang perempuan saya juga bermimpi mempunyai keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.
Itulah sedikit unek-unek saya tentang cita-cita, kalau bro n sist sendiri pasti punya cita-cita sendiri kan.. share ya dikomen saya..

Nyanyian Mentariku

Sebelum sampai pada hari
Layarkan perahumu
Bumi akan begitu gaduh
Dan rindumu takan semu
Kau dekap siang
Laut akan damai
Sebelum tenggelam simpan badai waktuku
sunyi langit menapasiku
Hilang terbayang di ladang- ladang harapanku

Karya : anita candra diasti

Makna dari puisi tersebut adalah seseorang yang sedang berusaha menahan rindu pada seseorang, ia berusaha melewati rintangan sendirian berharap dihari esok saat ia bertemu semuanya tidak sia-sia, sampai kenyataan bahwa semuanya pupus.
Cup cup cup,, yang baca jangan pada nangis ya..just share tentang isi hati kok

Cinta Kasih Erotis adalah…

Cinta Kasih erotis cinta itu mempunya arti “cinta yang primitif” , cinta diartikan sebagai aktivitas berhubungan badan. Daya tarik atau pemikat antara dua jenis manusia di tingkatan cinta erotis hanya diukur dari sifat badaniah yang (sangat) aksiden. Parameter cinta erotis diukur dari kepuasan biologis. Cinta jenis ini kerap terjadi pada usia remaja, dimana pada masa ini remaja sedang mengalami masa pubertas. Sehingga pada masa transisi ini rasa ingin tahunya terhadap lawan jenisnya cukup besar. Cinta ini membutuhkan kontrol secara menyeluruh, agar mereka yang mengalaminya tidak terjatuh ke dalam hal-hal yang melanggar norma.

Cinta Kasih erotis adalah cinta yang cenderung mengarah kepada cinta sepasang insane berlainan jenis. Pada hakikatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

Cinta kasih mereka sebenarnya merupakan egoism dua orang , mereka adalah dua orang yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keitsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam arti cinta kasih yang mendalam.

Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam dalamnya. Hal ini memang merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah meiliki jodohnya sendiri. Dalam kebudayaan barat/zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Ada pula orang yang memandang bahwa factor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.

Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.

Sumber : http://aripinhansamu.blogspot.com/2012/12/cinta-kasih-erotis.html

Apa Belas Kasihan itu…

Belas kasihan disebut juga dengan kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati , perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.
Di dalam kehidupan nyata, jika kita tidak bisa mengubah konsep mementingkan diri sendiri yang terbentuk sejak lahir ini, sudah pasti kita tidak akan bisa memperlakukan orang lain dengan belas kasih. Setelah benar-benar masuk dalam jalan kultivasi, saya baru berangsur-angsur memahami makna belas kasih.

Hati yang berbelas kasih bisa menghubungkan energi dan menginisiasi energi yang tanpa batas. Belas kasih itu sendiri merupakan suatu medan energi yang sangat besar.
Seberapa besar kelapangan dada seseorang, seberapa besar pula energi yang bisa dia dapatkan. Jika seseorang selalu memiliki hati belas kasih, maka kelapangan dada yang dia miliki juga bisa berlimpah-limpah bagaikan alam semesta, dia akan memiliki energi teramat besar hingga mampu menaklukkan segala-galanya.

Ketika seseorang bisa mengunakan belas kasihnya untuk mengubah musuhnya, pada saat itu energi semacam itu akan menjadi senjata yang lebih ampuh bila dibandingkan dengan pisau dan pedang.
Seorang yang berbelas kasih, akan bermurah hati dan mengalah saat menerima serangan dari pihak lawan, akan membalas sindiran dan olokan orang dengan senyuman, akan dengan besar hati memaafkan kesalahan dan kesalah pahaman orang lain. Ia tidak tergesa-gesa dan tenang-tenang saja, menahan penghinaan tanpa berargumen, pikirannya penuh keprihatinan dan rasa kasihan atas penderitaan yang dialami oleh makhluk hidup, bersikap hambar dan tidak gentar, semua itu adalah sikap hati dari sang sadar yang kekal abadi.

Belas kasih memperlakukan seseorang tidak membutuhkan ucapan kata-kata yang terlalu banyak, tersenyum simpul saja sudah bisa meneruskan pikiran baik belas kasih ini kepada orang lain. Belas kasih merupakan suatu energi yang nyata, dia bisa melumerkan es dan salju yang berada di dalam hati manusia.

Menghadapi konflik antar manusia atau sekat diantara para kultivator, tidak peduli mereka berusaha dengan cara manusia yang manapun untuk menghilangkan, tidak akan mendapatkan cara penyelesaian secara tuntas, hal ini disebabkan oleh karena cara manusia itu kekurangan energy Tetapi kekuatan dari belas kasih bisa menguraikan segala permusuhan, sehingga membuat segala perputaran sebab dan akibat yang berada didunia ini mendapatkan penyelesaian baik. Pancaran sinar belas kasih melebihi beribu-ribu kata, ia bisa membuat dendam dan sekatan yang berada di antara hati manusia dengan sekejab hilang tanpa berbekas.

Sumber : http:// Erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/12925-belas-kasih-merupakan-suatu-energi-